Informasi Finansial dan Akuntansi   Leave a comment

Akuntansi adalah kegiatan mencatat, mengklasifikasi meringkas, dan menginterpretasi kegiatan dan transaksi finansial, dengan tujuan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen dan stakeholder lain untuk membuat suatu keputusan. Sedangkan yang dimaksud transaksi finansial adalah kegiatan seperti jual beli barang, membayar pekerja, membayar asuransi dan lain sebagainya. Setelah beberapa kegiatan itu dicatat maka akan dikelompokkan sesuai karakternya yang sama, misalnya penjualan barang. Metode untuk mencatat dan meringkas data akuntansi menjadi data disebut sistem akuntansi. Dapat dikatakan pula bahwa akuntasi merupakan ukuran dan laporan mengenai informasi finansial untuk berbagai pihak sesuai kegiatan ekonomi perusahaan karena laporan informasi finansial ini nantinya dapat berguna untuk orang-orang di luar perusahaan seperti pemilik, investor, pengredit, penyuplai, dan pemerintah. (Dias & Shah, 2009: 387).
Kegiatan akuntansi dibagi ke dalam lima area utama. Area pertama adalah manajerial dan finansial. Akuntansi manajerial digunakan untuk menyediakan informasi dan analisis bagi manajer di dalam organisasi untuk membantu mereka membuat keputusan, sedangkan akuntansi finansial adalah informasi secara umum yang diberikan untuk pihak di luar organisasi atau perusahaan. Pekerjaan yang dilakukan dalam akuntansi manajerial antara lain mengukur dan melaporkan biaya produksi, pemasaran, menyiapkan rencana anggaran, dan sebagainya. Sedangkan akuntansi finansial seringkali digunakan oleh pihak-pihak yang berhubungan dengan perusahaan dan ingin mengetahui keadaan perusahaan, contohnya pihak yang akan memberikan pinjaman akan ingin mengetahui apakah perusahaan memiliki keuntungan yang besar untuk dapat membayar tagihannya, dan sebagainya. Karena itu akuntani finansial memiliki tugas untuk membuat kaporan tahunan yang berisikan pernyataan keadaan finansial, kemajuan, dan harapan perusahaan (Dias & Shah, 2009: 388-389). Area kedua adalah audit, yaitu merupakan pekerjaan mengulas dan mengevaluasi catatan yang digunakan untuk menyiapkan laporan finansial perusahaan serta memastikan prosedur akuntansi dan pelaporan finansial selalu dilaksanakan (Dias & Shah, 2009: 389). Area ketiga adalah akuntansi pajak yaitu pekerjaan untuk menghitung pajak yang harus dibayar perusahaan serta menerapkan beberapa strategi untuk meminimalkan pajak yang harus dibayar perusahaan kepada pemerintah (Dias & Shah, 2009: 390). Area yang keempat dan kelima adalah akuntansi pemerintah dan non profit yaitu akuntansi yang digunakan perusahaan yang tidak mencari keuntungan namun melayani pihak-pihak sesuai dengan biaya yang seharusnya, dengan tujuan untuk memberikan infomasi pada beberapa pihak seperti kelompok kepentingan, legislatif, dan beberapa pihak lain bahwa pemerintah telah memenuhi kewajibannya dan menggunakan uang pajak dengan seharusnya. Atau informasi mengenai penggunaan terhadap uang amal dan sumbangan yang telah diberikan oleh para kontributor.
Untuk melakukan kegiatan akuntansi, maka ada setidaknya enam langkah yang harus dilewati oleh para akuntan agar tercipta satu laporan akhir. Langkah pertama adalah menganalisis dan mengategorikan dokumen. Kedua, yaitu memasukkan informasi ke dalam jurnal. Jurnal yang dimaksud adalah kumpulan catatan harian mengenai transaksi, inventaris, dan data lainnya sehingga dapat diketahui kronologis transaksi dalam waktu dan tempat tertentu (Dias & Shah, 2009: 391). Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh bookeeper yakni seorang yang hanya bertugas memasukkan data transaksi saja, bukan dilakukan oleh seorang akuntan. Langkah ketiga adalah data yang telah dimasukkan ke dalam jurnal tersebut dimasukkan secara ganda ke dalam jurnal dan buku kas induk dalam keadaan data sudah dikategorikan. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan trial balance atau pemeriksaan saldo yaitu ringkasan segala data yang ada di dalam buku kas induk untuk memeriksa dan memastikan bahwa jumlah angka benar, seimbang, dan sesuai dengan saldo yang tertera di bank (Dias & Shah, 2009: 393). Langkah kelima adalah mempersiapkan laporan finansial yaitu ringkasan dari segala transaksi yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Untuk menghitung laporan akhir ini maka dapat menggunakan persamaan fundamental akuntansi yakni, untuk menyatakan aset perusahaan maka jumlah aset perusahaan dikurangi jumlah hutang yang dimiliki perusahaan (Dias & Shah, 2009: 395). Dalam sebuah laporan finansial biasanya akan berisi beberapa hal, yaitu lembar saldo atau keadaan akhir yang melaporkan kondisi keuangan, apa yang dimiliki perusahaan, dan hutang perusahaan pada waktu yang spesifik; laporan pemasukan atau laporan keuntungan dan kerugian yaitu ringkasan pendapatan dan pengeluaran untuk jangka waktu tertentu serta keuntungan dan kerugian total perusahaan pada jangka waktu tersebut; serta laporan aliran keuangan yaitu ringkasan uang masuk dan keluar dari perusahaan. Dan langkah keenam dalam kegiatan akuntansi adalah mengevaluasi dan menganalisis laporan atau pernyataan finansial perusahaan tersebut serta kondisi umum keuangan perusahaan (Dias & Shah, 2009: 394). Oleh karena rumitnya kegiatan akuntansi, maka pembahasan mengenai langkah kelima dan keenam ini akan dibahas pada paragraf berikut ini
Dalam laporan finansial, lembar saldo disini berisikan tiga hal utama yang dihitung berdasarkan persamaan akuntansi yaitu aset, kepemilikan, dan hutang perusahaan (Dias & Shah, 2009: 396). Aset perusahaan yaitu jumlah dari kepemilikan dikurangi hutang perusahaan. Aset sendiri ada yang nampak seperti pabrik, gedung, dan sebagainya; dan ada yang tidak seperti paten, nilai merk, dan sebagainya. Aset perusahaan dapat digolongkan menjadi tiga macam berdasarkan kecepatannya untuk diubah dalam bentuk uang (likuiditasnya). Pertama, aset yang dapat ditukar dalam bentuk uang dalam jangka waktu kurang dari satu tahun seperti uang tunai, inventaris, dan sebagainya. Kedua, aset yang permanen dan sulit ditukar dalam bentuk uang seperti properti, pabrik, dan peralatan. Dan yang ketiga adalah aset jangka panjang yang tidak nyata tapi memiliki nilai yang tinggi seperti hak paten. Selain aset, yang juga wajib ada dalam lembar saldo adalah hutang. Hutang disini dapat digolongkan menjadi hutang jangka pendek yang harus terbayar kurang dari satu tahun dan hutang jangka panjang yang tidak harus terbayar dalam satu tahun. Dalam laporan pemasukan juga terdapat perhitungan tersendiri yakni, untuk menghitung keuntungan kotor adalah dengan pemasukan dikurangi harga barang yang terjual, dan untuk menghitung keuntungan bersih sebelum pajak adalah pendapatan kotor dikurangi biaya operasi, dan untuk menghitung keuntungan atau kerugian akhir adalah pemasukan bersih sebelum pajak dikurangi pajak (Dias & Shah, 2009: 401). Selain itu pemasukan bagi perusahaan tidak hanya datang dari penjualan produk, bisa juga datang dari sumber lain misalnya menyewakan asetnya atau pinjaman. Sedangkan dalam laporan aliran keuangan terdapat tiga kegiatan yang harus dimasukkan yakni biaya operasional perusahaan, investasi, dan pembayaran terhadap utang dan pinjaman. Perbedaan dari laporan ini dengan laporan pemasukan adalah laporan ini akan menunjukkan berapa banyak uang yang sedang berada di tangan perusahaan.
Setelah laporan akhir tersedia, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis laporan tersebut menggunakan analisis rasio. Analisis rasio adalah perkiraan kondisi dan performa keuangan perusahaan melalui metode perhitungan dan intepretasi dari rasio finansial yang dikembangkan oleh laporan finansial perusahaan (Dias & Shah, 2009: 407). Terdapat empat jenis rasio utama dalam bisnis yaitu rasio likuiditas, rasio hutang, rasio keuntungan, dan rasio aktivitas (Dias & Shah, 2009: 407). Rasio likuiditas adalah rasio yang menampilkan perbandingkan aset perusahaan yang likuiditasnya tinggi dengan hutang perusahaan yang harus dibayar dalam jangka waktu satu tahun. Jika angka rasio ini lebih dari 2 maka perusahaan dinyatakan aman dan dapat membayar hutangnya karena banyaknya aset yang dimiliki. Rasio kedua dalam likuiditas adalah rasio acid-test yaitu perbandingan antara uang tunai yang dimiliki perusahaan ditambah uang yang akan diterima perusahaan dalam jangka waktu pendek dan aset yang dapat dipasarkan seperti saham dibandingkan dengan hutang yang harus dibayar kurang dari satu tahun. Semakin tinggi angka rasio ini maka semakin banyak uang yang mengalir masuk ke dalam perusahaan. Tipe kedua adalah rasio hutang, yaitu rasio yang membandingkan antara hutang total perusahaan dibanding kepemilikan perusahaan, sehingga dapat digunakan untuk melihat sejauh mana perusahaan mengandalkan biaya pinjaman untuk operasi bisnisnya. Jika hasil rasio di atas 100% maka perusahaan memiliki lebih banyak hutang daripada kepemilikan dan sehingga beresiko tinggi bagi peminjam serta investor (Dias & Shah, 2009: 408). Tipe ketiga adalah rasio keuntungan yang terdiri dari tiga pembagian rasio lagi yakni, rasio keuntungan per saham yang membandingkan keuntungan bersih setelah pajak dengan jumlah saham; rasio keuntungan penjualan yaitu perbandingan keuntungan bersih dengan keuntungan penjualan; dan rasio keuntungan kepemilikan yaitu perbandingan keuntungan bersih setelah pajak dengan kepemilikan perusahaan total. Rasio keuntungan biasanya digunakan untuk menunjukkan performa manajemen perusahaan dan melihat seefektif apa perusahaan menggunakan sumber daya yang ada untuk meraih keuntungan(Dias & Shah, 2009: 409). Dan tipe terakhir adalah rasio aktvitas, yang di dalamnya termasuk rasio pergantian inventaris yang mengukur kecepatan perpindahan inventaris dalam perusahaan dan konversinya menjadi penjualan. Rasio ini dihitung dengan membandingkan harga produk yang terjual dengan rata-rata inventaris. Semakin tinggi angkanya maka berarti semakin cepat dan semakin banyak perusahaan menjual barangnya dalam kurun waktu tertentu (Dias & Shah, 2009: 411).
Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan diatas adalah bahwa kegiatan akuntansi merupakan kegiatan yang sangat krusial bagi semua organisasi terutama dalam dunia bisnis karena dengan akuntasi inilah dapat diperoleh informasi yang nantinya dapat digunakan baik bagi pihak yang menjalankan bisnis tersebut maupun bagi pihak di luar bisnis yang bersangkutan. Kegiatan akuntansi ada lima macam area yaitu akuntansi manajerial dan finansial, audit, akuntansi pajak, akuntansi pemerintah, dan akuntansi non profit. Dari kegiatan akuntasi dapat dihasilkan sebuah laporan akhir yang menunjukkan keadaan finanisal perusahaan. Dan untuk mendapatkan laporan akhir tersebut maka ada enam langkah yang harus dikerjakan yakni menganalisis sumber dokumen, mencatat transaksi dalam jurnal, memasukkan informasi ke dalam buku kas induk dan mengategorikannya, membuat pengujian saldo, menyiapkan laporan finansial, dan menganalisis laporan finansial. Dalam laporan finansial nantinya akan dicantumkan lembar saldo, keuntungan, dan aliran keuangan perusahaan kemudian laporan itu akan dianalisis dengan menggunakan rasio untuk mengetahui kondisi dan kemampuan perusahaan. Empat jenis rasio ini adalah rasio likuiditas, rasio hutang, rasio keuntungan, dan rasio aktivitas. Namun menurut penulis, terkadang ada beberapa perusahaan ‘nakal’ yang menggunakan strategi tertentu untuk memanipulasi laporan akuntansi finansial yang diberikan kepada pihak luar sebagai langkah untuk menarik investor dan mendapat kepercayaan dari pihak lain. Selain itu terkadang laporan finansial yang ada tidak bisa diakses oleh publik dan hanya ditujukan kepada pihak-pihak yang terlibat sehingga bagi akuntansi pemerintah hal itu tentu dapat mengarahkan pada tindakan korupsi, karena masyarakat tidak bida mengakses langsung terhadap laporan finansial tersebut.

Referensi :
Dias, Laura Portolese dan Amit J. Shah. 2009. “Understanding Financial Information and Accounting” dalam Introduction to Business. New York: McGraw-Hill. hlm. 384-416

Posted Januari 25, 2012 by moze in Bisnis Internasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: