Desain Organisasi dan Kontrol Manajemen   Leave a comment

Layaknya manusia yang tumbuh dan berkembang, organisasi dan bisnispun juga dapat mengalami pertumbuhan dan berkembang pesat. Tak jarang ketika suatu organisasi memiliki sejumlah tipe bisnis yang berbeda dalam portofolio mereka, maka akan diperlukan adanya diversifikasi manajemen agar bisnis tersebut lebih teratur dan mudah untuk dikontrol. Untuk itu keberadaan sejumlah hierarki dan pembagian kerja yang spesifik sangat dibutuhkan, dan tugas seorang manajer dalam hal ini adalah bagaimana membuat keputusan strategis agar setiap hierarki dan unit yang ada di dalamnya dapat berjalan secara bersamaan, efektif dan efisien sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang besar. Bagi sebuah korporasi internasional yang beroperasi lintas benua, ataupun menggeluti berbagai bidang tentu mempraktikkan pembagian manajemen, entah itu berdasarkan produk, wilayah, fungsi ataupun kelas konsumen. Berikut akan penulis bahas satu persatu pembagian tersebut.
Global Corporate Form – Product
Struktur manajemen ini membagi sebuah korporasi besar berdasarkan produk yang mereka tawarkan. Setiap divisi bertanggung jawab terhadap seluruh operasional dan mekanisme divisi dan produk mereka masing-masing di seluruh dunia, termasuk penjualan dan produksi mereka. Contoh perusahaan Kraft yang membagi divisi mereka menjadi divisi Keju, Biskuit, Kopi, Sereal dan lain-lain (Wild. 2008 : 390).
CE

Global Corporate Form – Geographic Region
Merupakan struktur manajemen dimana sebuah korporasi global dibagi berdasarkan wilayah geografis tertentu dan seluruh aktivitasnya, baik pemasaran, produksi dan lain sebagainya berada dibawah komando serta tanggung jawab manager yang nantinya akan melapor pada Chief Executive Officer (Wild. 2008 : 391).

Global Corporate Form – Function
Beberapa perusahaan diatur berdasarkan spesifikasi masing-masing fungsi yang mereka jalankan dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap area operasional fungsi mereka di seluruh dunia. Masing-masing area fungsional dikepalai oleh eksekutif senior yang nantinya harus melapor pada CEO korporasi (Wild. 2008 : 393).

Selain menurut pembagian diatas, ada beberapa perusahaan internasional yang melakukan pencampuran dalam manajemen organisasi level atas mereka, dan mekanisme ini disebut ‘organisasi hibrid’ yang mana pengaturan struktur perusahaan level atas berdasarkan lebih dari satu dimensi (Wild. 2008 : 393).
Pembahasan selanjutnya yakni berkenaan dengan matrix organisasi. Yang mana merupakan struktur organisasi yang terdiri dari satu atau berlapis-lapis struktur organisasi dalam usaha untuk menghubungkan antara produk, wilayah, fungsi dan keahlian lainnya agar bekerja secara bersamaan, efektif dan efisien. Matrix organisasi ini berguna untuk mengetahui aliran tanggung jawab dan informasi serta hierarki pelaporan agar tidak terjadi tumpang tindih. Masing-masing manajer di setiap area nantinya akan saling berhubungan dan bekerjasama untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi, dengan menggunakan pertimbangan masing-masing area. Namun pada perkembangannya matrix organisasi ini berjalan kurang begitu efisien karena terkadang harus menunggu respon masing-masing manajer yang tentunya sangat banyak. Oleh karena itu beberapa perusahaan menerapkan ‘matrix overlay’ yang definisinya adalah organisasi dimana divisi level atas diharuskan untuk memperhatikan masukan dari staf ahli yang terdiri dari pakar ahli masing-masing dimensi organisasional lainnya dalam usaha untuk menghindari kesulitan laporan berganda atau berlapis yang ada dalam matrix organisasi, namun ia masih berkaitan dengan dua atau lebih dimensi (Wild. 2008 : 394). Manajemen strategi selanjutnya yaitu Strategic Business Unit (SBU) yaitu entitas bisnis dengan pasar yang telah ditentukan, kompetitor yang spesifik, kemampuan menerapkan misi bisnis, dan dikontrol penuh oleh seorang manajer (Wild. 2008 : 395).
Ada banyak macam dan bentuk perusahaan, namun di era globalisasi sekarang ini yang sedang banyak digemari dan memperoleh banyak perhatian dari CEO adalah virtual corporation dan horizontal corporation. Virtual Corporation ialah pengaturan yang mengkoordinasi aktivitas ekonomi untuk memberikan ‘nilai’ kepada pelanggan dengan menggunakan sumber daya diluar dari perusahaan atau organisasi tersebut (Wild. 2008 : 395). Contohnya seperti perusahaan sepatu Nike yang melakukan outsourcing di negara-negara berkembang dan menopangkan bisnis mereka disana. Sedangkan horizontal corporation ialah bentuk pengaturan yang dikarakteristikkan dengan proses keputusan samping, jaringan yang horizontal dan filosofi perusahaan yang kuat (Wild. 2008 : 397). Manajemen yang seperti ini dapat dikatakan agak tidak teratur dan lebih fleksibel karena tanggungjawab tidak hanya dimiliki oleh manajer tapi seluruh karyawan.
Bagi korporasi yang memiliki banyak perusahaan dan portofolio bidang bisnis, tentu mereka ingin dan harus senantiasa mengontrol investasi mereka tersebut dengan seksama agar jangan sampai mengalami kerugian. Oleh karena itu beberapa korporasi menginginkan bentuk kerjasama atau pembagian saham yang spesifik guna mendapatkan akses terhadap kontrol ini. Beberapa macam bentuk perusahaan yang mendapatkan kontrol langsung dari pemiliknya yakni subsidiaries, affiliates, dan subsidiary detriment. Subsidiaries adalah perusahaan yang dikontrol oleh perusahaan lain berdasarkan kepemilikan atau pemilihan mayoritas atas direktur. Perusahaan yang mengontrol ini bertanggung jawab penuh baik dalam segala hal baik pemasaran, keuangan ataupun sumberdaya, contoh dari subsidiaries adalah perusahaan Toyota di Indonesia yang dikontrol oleh Toyota pusat. Kemudian affiliates atau afiliasi ini hampir sama dengan subsidiaries namun kontrol tidak hanya berdasarken kepemilikan. Sedangkan subsidiary detriment merupakan situasi dimana kerugian bagi perusahaan cabang menghasilkan keuntungan bagi korporasi internasional yang menaunginya (Wild. 2008 : 400).
Referensi :
Wild, John J. et.al. 2008. “Organizational Design and Control” dalam Business : the Challenges of Globalisation. New Jersey : Pearson

Posted Januari 25, 2012 by moze in Bisnis Internasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: