Peran Media dan Opini Publik dalam Kebijakan Luar Negeri   Leave a comment

Nama : Muzainiyeh 070912061
Jurnal individu minggu ke 5 PPLN

Tentunya kita sebagai masyarakat Indonesia ingat peristiwa dimana Presiden ke-empat kita, mendiang K.H Abdurrahman Wahid mengeluarkan wacana pembukaan hubungan dagang Indonesia dengan negara Israel, media massa saat itu sangat gencar memberitakannya baik di TV maupun koran-koran. Tak pelak lagi akibat pemberitaan media ini masyarakat bereaksi negatif terhadap wacana tersebut sehingga pada akhirnya hubungan dagang itu gagal terlaksana. Dalam kasus tersebut tidak dapat dipungkiri bahwa media memainkan peran-peran tertentu untuk turut membentuk opini publik dan mempengaruhi kebijakan luar negeri sebuah negara. Hal ini senada dengan asumsi dasar nilai Wilsonian yang mengatakan bahwa publik memainkan peran konstruktif dalam mendesak pembuat kebijakan untuk menahan kecenderungan pemimpin untuk berperang (Hoslti,1992:440).
Namun hal diatas bertentangan dengan pernyataan Morgenthau, yang mana ia relatif skeptis tentang peran opini publik karena menurutnya, opini publik (yang diciptakan oleh media) cenderung menghambat efektivitas diplomasi dan usaha mempromosikan kepentingan nasional negara tersebut. Hubungan luar negeri menurutnya pula merupakan hal yang sangat kompleks dan menyangkut kepentingan negara lain sehingga tidak dapat ditafsirkan dengan mudah karena jika sembarangan maka opini publik cenderung membahayakan sistem internasional dan kemungkinan merugikan negara itu sendiri. Mengapa demikian? Kerena nature dari opini publik itu sendiri pada dasarnya lebih bersifat emosional daripada rasional (Morgenthau,1978:558 dalam Hoslti,1992:440). Contoh kasus diama media dapat menghambat proses pembuatan kebijakan dan proses diplomatis adalah ketika Presiden Bush mengatakan bahwa dia lebih mempercayai pemberitaan CNN dibanding laporan dari CIA mengenai krisis Teluk (Friedland,1992:7-8).
Selain dapat membentuk opini publik, media juga berkontribusi sebagai faktor pengaruh dan determinan suatu kebijakan. Faktanya sesaat setelah adanya cable news network (CNN) permintaan akan pemberitaan media ini terus berkembang berkembang sehingga berhasil membentuk opini publik dan sukses mendorong para pembuat kebijakan untuk memakai sudut pandangnya secara luas, yang disebut “CNN Effect” dimana ia berhasil mengintervensi dalam isu humanitarian atau mengubah proses pembuatan keputusan dalam pertahanan dan urusan luar negeri (Gilboa,2005:326 & 328).
Referensi :
 Holsti, R. 2005. Public Opinion and Foreign Policy: Challenges to the Almond and Lippmann Consensus Mershon Series: Research Programs and Debates. International Studies Quarterly, Vol.36, No.4 p.439-466
 Gilboa, Eytan. 2005. Global Television News and Foreign Policy: Debating the CNN Effect. USA, UK: Blackwell Publishing
 Friedland, L.1992. Covering the World: International Television News Services, New York: Twentieh Century Fund Press

Posted Desember 23, 2011 by moze in PPLN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: