Level Analisis Kebijakan Luar Negeri : Pembuatan Keputusan Individu dan Kelompok   Leave a comment

Oleh : Muzainiyeh (070912061)
Kebijakan luar negeri atau Foreign Policy secara sederhana (berdasarkan beberapa sumber) penulis pahami sebagai suatu keputusan, tindakan atau kebijakan dari sebuah negara yang mana ia merefleksikan kepentingan nasional negara tersebut terhadap negara lain atau sistem internasional yang ada. Maka dari itu kebijakan luar negeri merupakan sesuatu fenomena yang sangat kompleks dan tidak seketika diputuskan begitu saja melainkan berdasarkan beberapa pertimbangan penting. Untuk menghasilkan suatu kebijakan luar negeri maka ia harus dirumuskan secara matang dan seksama, proses perumusan kebijakan luar negeri inilah yang disebut dengan decision making process dalam analisis kebijakan luar negeri (FPA). Dalam proses pembuatan keputusan ada banyak sekali faktor baik eksternal maupun internal yang turut mempengaruhi jalannya keputusan itu dibuat. Untuk menganalisis faktor mana yang lebih dominan maka diperlukan analisis mengenai level keputusan itu dibuat apakah secara individu ataukah kelompok.
Adapun level pertama yang mempengaruhi sebuah kebijakan luar negeri adalah faktor individu atau ideosinkretik si pengambil keputusan atau dalam hal ini adalah pemimpin. Faktor individu seseorang disini menjadi penting karena walau bagaimanapun keputusan pemimpinlah yang nantinya menjadi penentu arah kehidupan dan kepentingan orang banyak. Dalam artikelnya Hudson (2007 : 41- 49) menjelaskan ada setidaknya 2 pendekatan yang dapat dipakai untuk menganalisis kepribadian dan ideosinkretik seorang pemimpin, pertama psychobiography yang fokus pada motivasi seorang pemimpin dalam membuat keputusan dan kedua content analysis dimana ia lebih menekankan pada sifat dan karakter dasar individu yang diamati dari komunikasi yang dilakukan oleh individu tersebut.
Level pengambilan keputusan selanjutnya adalah kelompok, dimana menurut Snyder (dalam Hudson. 2007 : 53-85) bahwa dalam mengambil sebuah kebijakan luar negeri, kebanyakan negara mensetting decision making processnya dalam sebuah kelompok kecil yang beranggotakan sekitar 15 orang atau kurang, namun biasanya mereka hanya ikut menentukan dalam kasus-kasus tertentu dan tidak setiap hari mengurusi bidang urusan luar negeri. Selanjutnya pada variabel yang lebih rendah, ada kelompok organisasi yang mana hasil dari keputusan diatas nantinya akan diimplementasikan dalam departemen atau agensi khusus. Mereka inilah yang setiap hari berkutat dengan kebijakan dan hubungan luar negeri. Dan terakhir yaitu variabel birokrakis dimana mereka yang nantinya akan melaksanakan dan menerapkan kebijakan luar negeri ini kepada masyarakat secara umum. Birokrasi politik disini maksudnya adalah hal-hal yang menyangkut struktur organisasi pemerintah, standar prosedur pelaksanaan kebijakan, teknik implementasi keputusan dan lain sebagainya.
Referensi :
Hudson, V. (2007). Foreign Policy Analysis : Classic & Contemporary Theories . Maryland: Rowman & Littlefield. pp. 37-101

Posted Desember 23, 2011 by moze in PPLN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: