Rezim Internasional   Leave a comment

Dalam dunia politik dan kenegaraan, kata Rezim pasti sudah lumrah didengar dan seringkali dicetuskan untuk menggambarkan penguasa yang memimpin pada era tertentu, seperti Rezim Soeharto, Rezim Khmer Merah, Rezim Mubarak, dll. Dalam konteks hubungan internasional-pun, kita juga mengenal adanya Rezim Internasional. Selanjutnya jika memang benar ada yang namanya Rezim Internasional, sebenarnya apa definisi rezim internasional itu? Bagaimana perkembangan rezim internasional? Dan apa arti penting rezim internasional dalam studi Hubungan Internasional? Berikut ini jawaban yang coba kami berikan dengan mereview tulisan dari Stephen D. Krasner yang berjudul Structural causes and regime condequences : regimes as intervening variables

Banyak para pemikir dan ahli politik seperti Stephen D. Krasner, Orang Young, Raymond Hopkins, Donald Puchala, Robert Jervis dan Robert O. Keohane yang sebagian besar sudah mencoba mendefinisikan dan membahas isu rezim internasional dalam esai yang mereka buat. Krasner misalnya yang berpendapat bahwa rezim internasional adalah suatu tatanan yang berisi kumpulan prinsip, norma, aturan, proses pembuatan keputusan baik bersifat eksplisit maupun implisit yang berkaitan dengan ekspektasi atau pengharapan aktor-aktor dan memuat kepentingan aktor itu sendiri dalam hubungan Internasional (Krasner. 1982 : 1). Dalam pengertian diatas, ada empat kata kunci yang perlu kita cermati yaitu : pertma, kata ‘prinsip’ disini diartikan sebagai kepercayaan terhadap nilai-nilai yang didalamnya terkandung kenyataan, sebab-akibat, dan kejujuran. Selanjutnya kata ‘norma’ dalam konteks diatas adalah standard perilaku yang terbentuk karena adanya kewajiban dan keharusan. Kemudian kata ‘peraturan’ sendiri bermakna himbauan atau saran yang spesifik bagaimana sebaiknya tindakan dilakukan. Kemudian terakhir ‘prosedur pembuatan keputusan’ yaitu praktik yang berlaku untuk membuat dan mengimplementasikan pilihan kelompok (Krasner. 1982 : 2). Seperti judul artikel yang dibuat Krasner, ia juga mengistilahkan rezim internasional sebagai suatu variabel intervensi antara ‘basic causal factors’ dan behavior atau outcome. Senada dengan Krasner, Oran Young, Raymond Hopkins dan Donald Puchala mengatakan bahwa memang ada hubungan yang erat antara rezim internasional dengan perilaku para aktor-aktor internasional. Namun perbedaan pandangan muncul dari Susan Strange yang berpendapat bahwa rezim intenasional adalah misleading concept atau konsep yang malah mengaburkan hubungan antara ekonomi dan kekuasaan. Namun perbedaan asumsi ini tidak berpengaruh begitu besar karena pada intinya semua ilmuan tersebut sepakat bahwa rezim internasional membuat sistem internasional bagaikan fungsi simetris, oleh karena itu setiap aktor perlu dan dapat memaksimalkan power yang dimilikinya dalam dunia yang anarki (Krasner. 1982 : 1).

Dalam praktiknya, suatu rezim internasional biasanya diorganisasikan dengan perjanjian antar negara yang terlibat, sehingga ia dapat menjadi sumber utama hukum internasional yang sah. Karena itu dalam suatu rezim, para negara anggota yang berada di dalamnya dapat saling mengontrol perilaku negara lainnya. Dalam hal ini ia menjadi subjek hukum internasional dan turut membentuk perilaku atau outcome negara-negara yang menyusunnya. Contoh dari rezim internasional yaitu United Nation on The Law of The Sea, Nuclear Non-Proliferation Treaty, Framework Concention on Global Climate Change. Jadi berdasarkan penjelasan diatas, fungsi dari rezim internasional adalah information-providing, reducing transaction cost, menanggulangi serta mencegah information-asymmetries, serta menyediakan principles, aturan, asas kerjasama, dan lain sebagainya.

Selanjutnya Krasner dalam artikelnya juga menekankan bahwa selalu ada perubahan dalam rezim internasional itu sendiri yang terkadang disebabkan karena ada interaksi yang saling mempengaruhi antara suatu rezim terhadap rezim lainnya sehingga perilaku dan outcome kadang berbeda. Rezim internasional pada dasarnya bersifat dinamis dan berubah, namun perubahan yang terjadi dalam rezim internasional tidak hanya sekedar susunan temporer yang bersifat ad hoc melainkan ia berusaha untuk memfasilitasi terciptanya suatu agreement substantive-specific dan pengganti hegemon dominan yang mengalami decline dalam beberapa fungsinya (Krasner. 1982 : 2-3). Untuk mengenali perubahan yang terjadi pada rezim maka perlu dibedakan keempat unsur diatas menjadi dua yakni, prinsip dan norma di satu sisi, sementara peraturan dan prosedur di sisi lain. Sisi pertama merupakan karakter dasar yang menciptakan suatu rezim, sehingga perubahan di dalamnya akan berdampak pada peraturan dan prosedur atau secara gamblang merubah rezim itu sendiri. Sedangkan sisi yang kedua hanya merupakan unsur yang senantiasa berubah dan diperbaiki, sehingga perubahan yang terjadi di dalamnya tidak akan sampai merubah rezim itu sendiri. Adapun penyebab perubahan pada rezim disebabkan karena adanya 5 faktor basic causal, yakni :

• Kepentingan diri sendiri yang bersifat egois

• Kekuatan politik

• Norma dan prinsip

• Kebiasaan dan tradisi

• Pengetahuan

Rezim internasional berkembang pesat sejak periode Perang Dunia II. Bahkan, sekarang rezim meliputi hampir seluruh aspek hubungan internasional yang membutuhkan interaksi dan koordinasi antar negara. Dia bersifat mengikat suatu negara agar selalu mematuhinya layaknya hukum. Sehingga bagi studi Hubungan Internasional, rezim merupakan hal yang tidak terbantahkan sumbangannya bagi studi tersebut. Karena rezim disini berhasil menjawab alasan-alasan mengapa dan bagaimana cara mempertahankan kesepakatan yang telah dicapai beberapa negara, mulai dari isu pertahanan (misalnya pembatasan pengembangan senjata nuklir atau kerjasama pertahanan kolektif), perdagangan, hak asasi manusia, lingkungan, dan lain sebagainya.

Referensi :

Krasner, S. D. (1982). Structural causes and regime consequences : regimes as intervening variables. Massachusetts Institute of Technology.

Nama / NIM : Muzainiyeh / 070912061

Tugas : Jurnal 1 Rezim Internasional

Posted April 19, 2011 by moze in Rezim Internasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: