Marxisme dan Neomarxisme   Leave a comment

Marxisme dan Neo-marxisme

Dalam sejarah Hubungan Internasional ada beberapa perspektif yang ikut membangun studi Hubungan Internasional itu sendiri. Salah satunya adalah perspektif marxisme. Walaupun tidak mengacu langsung pada politik internasional seperti pada dua perspektif sebelumya, yakni Realisme dan Liberalis, perspektif ini menganggap bahwa Ekonomi berdampak pada dan mempengaruhi politik. Jadi yang menjadi sorotan utama kaum Marxisme adalah aspek Ekonomi. Begitupula Neo-marxisme yang merupakan kelanjutan dari Marxisme itu sendiri.

Marxisme

Marxisme menyandarkan asumsinya bahwa manusia merupakan makhluk ekonomi dan aktivitas inti dalam masyarakat manapun hirau dengan cara-cara bagaimana manusia menghasilkan alat-alat eksistensinya. Produksi ekonomi adalah dasar bagi semua aktivitas manusia (Jackson dan Sorensen 2009 : 239). Dan dalam perjuangannya untuk mencapai derajat ke-eksistensi-nya masyarakat pada akhirnya terkotak-kotak dalam kelas yang dibedakan atas dua kelas yaitu borjuis (pemegang modal) dan proletar (buruh). Kaum borjuis mendominasi perekonomian kapitalis melalui kendali alat-alat produksi yang mereka miliki, juga cenderung dominan pula dalam politik. Disini bisa kita samakan atau analogikan kelas-kelas tersebut menjadi negara-negara di dunia. Ada negara yang miskin juga ada negara yang kaya. Lebih lanjut pembangunan perekonomian dunia yang tidak seimbang telah menghasilkan pembagian negara mejadi core (negara kuat), semipherihery, periphery (negara dunia ketiga/ berkembang). Sifat sistem internasional cenderung merugikan negara lemah dan menguntungkan negara kaya.

Marxisme memandang bahwa negara sebagai aktor hubungan internasional, tidaklah otonom, karena digerakkan oleh kepentingan kelas yang berkuasa, dan negara kapitalis terutama digerakkan oleh kepentingan kaum borjuisnya (Jackson dan Sorensen 2009 : 240). Kelemahan dari marxisme ini adalah negara memiliki kekuasaan mutlak untuk menentukan secara paksa kepada rakyatnya tentang faktor produksi apa yang harus dipunyai serta hasil-hasil produksi apa yang harus dihasilkan. Sehingga individu kurang memilki kreativitas dalam melakukan usaha ekonominya.

Tujuan dari perspektif Marxis ini adalah mencapai Pertumbuhan, pemerataan dan otonomi nasional. Disini peran negara bersifat primer dan bertindak sebagai wiraswasta atau pengelola ekonomi .. Hambatan yang dihadapi adalah kendala struktural yakni adanya dominasi kelas borjuis. (www.indoskripsi.com). Selain itu dalam jangka panjang kapitalis akan hancur karena semua lapisan masyarakat akan bersaing untuk mendapatkan alat produksi dengan melakukan perluasan di segala bidang, dan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya sehingga tidak menutup kemungkinan akan terjadi krisis baru. Untuk menghindari perang karena memperebutkan faktor produksi dan demi menjaga stabilitas internasional maka perspektif Marxis mengajarkan untuk menghindarkan diri dari sistem kapitalis internasional dan semua faktor produksi adalah milik negara.

Neomarxisme

Asumsi neomarxisme mengenai mausia pada dasarnya adalah sama dengan asumsi dasar dari Marxisme. Namun ada beberapa penambahan yang menurut Jill Steans & Lloyd Pettiford (2009 :173)  adalah ”karakteristik manusia tidaklah bersifat tetap dan esensial.perhatian utama manusia adalah sosial dan sejarah. Karakteristik manusia dikondisikan oleh berbagai bentuk dari organisasi sosial, ekonomi, dan politik yang ada. Tetapi yang diasumsikan oleh neomarxisme (dalam Wallerstein.1979: 1991) adalah sistem internasional yang terpilah berdasarkan kelas. Yaitu kelas kapitalis-eksploiter (dalam marxisme adalah borjuis) dan kelas negara dunia ketiga atau negara periphery (dalam marxisme adalah proletar) yang menjadi obyek eksploitasi karena memiliki sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara bermodal (kapital).

Neo-marxisme juga terkenal dengan teori dependensi atau ketergantungan,  neomarxisme mengkritik bentuk ketergantungan yang tampak dalam pembangunan kapitalis yang terjadi di dunia ketiga (Jackson dan Sorensen 2009 :259). Para borjuis di negara-negara kaya bisa mengeksploitasi negara miskin dengan mendorong negara  dunia ketiga untuk mengembangkan perusahaan terbuka dan terlibat dalam perdagangan bebas, sehingga negara kaya bisa mengeksploitasi baik kekayaan alam maupun tenaga kerjanya.

Neo-Marxisme lebih mendukung dependensi sosialis yang lebih desentralis dan demokratis dalam sistem internasional (Jackson dan Sorensen 2009 :259). Dengan demikian negara masih merupakan aktor yang sangat penting untuk memastikan kesejahteraan rakyatnya, selain itu neo-marxisme juga percaya, bahwa negara Dunia Ketiga telah matang untuk melakukan revolusi sosialis

Tujuan dari Neomarxis adalah mengupayakan pertumbuhan, pemerataan dan juga otonomi nasional. Peran negara dalam perspektif Neo Marxis ini bersifat primer, dan usaha ditujukan untuk menghadapi kapitalis dunia. Sifat dari sistem internasional lebih cenderung merugikan si lemah. Hambatan yang dihadapi dalam pencapaian tujuan ialah hambatan struktural dimana kapitalisme internasional dituduh sebagai penyebab kemerosotan Dunia Ketiga. (www.indoskripsi.com)

Untuk mencapai stabilitas menurut Neomarxisme adalah dengan mengadakan suatu revolusi menentang sistem kapitalis internasional. Kelemahan : terjadi ketergantugan antara negara yang kuat (leading sector) dengan negara yang miskin (legging sectors) dimana perspektif ini cenderung untuk berfokus pada masalah pusat dan modal internasional sebagai penyebab kemiskinan dan keterbelakangan, daripada masalah pembentukan klas-klas lokal

Sources :

Jackson, R.& Sorensen, Georg. 2009. Pengantar Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Steans, Jill & Pettiford, Lloyd.2009. Hubungan Internasional perspektif dan Tema. Yogjakarta: Pustaka Pelajar

Wallerstein,I. 1980. The Modern World System (Vol.1-3), San Diego, CA : Academy Press.

Indoskripsi (07 Februari 2009) [05 April 2010].<http:// indoskripsi.com2009/02/07/Ekonomi-Politik-Pembangunan>

Posted September 27, 2010 by moze in all about International Relations Theory

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: