Liberalisme dan Neoliberalisme   Leave a comment

Liberalisme merupakan salah satu perspektif dalam studi Hubungan Internasional yang yang juga tak kalah pentingnya dengan Realisme. Perspektif ini sangat berlawanan dan menentang asumsi dasar dari kaum realis bahwa “manusia merupakan makhluk yang jahat”. Sedangkan Neo-liberalisme adalah perpanjangan dan revisi dari perspektif Liberalisme itu sendiri. Dalam tulisan ini saya kan mencoba membahas dan menjawab beberapa pertanyaan mendasar mengenai Liberalisme dan Neo-liberalisme, yaitu apa asumsi dasar mereka, sistem internasional dan agenda seperti apa yang ingin mereka bangun, actor yang berpengaruh dalam hubungan internasional, dan perdamaian serta keamanan internasional menurut pandangan kaum liberalis dan neo-liberalis

Liberalisme

Perspektif liberalisme muncul sebagai dampak dari Perang Dunia I. Masyarakat  dunia saat itu menyadari kebutuhan untuk menyusun sistem politik yang dianggap bisa membuat seluruh dunia merasa tenang tanpa perang. Dan sampailah mereka pada pemikiran bahwa upaya perdamaian dunia dapat dicapai dengan membentuk sebuah collective power yang kemudian terwujud dengan terbentuknya Liga Bangsa-Bangsa. Dimana Liga Bangsa-Bangsa berperan aktif dalam mengatur negara agar tidak bertindak atau berperilaku yang berpotensi bisa menimbulkan perang Menurut Jill Steans (2009: 111), ada beberapa asumsi dasar mengenai liberalisme, diantaranya adalah:

  • Kaum liberal percaya bahwa seluruh manusia adalah makhluk rasional
  • Kaum liberal menulai kebebasan individu di atas segalanya
  • Liberalisme berpandangan positif tentang karakteristik manusia
  • Liberalisme yakin terhadap kemajuan
  • Dengan berbagai cara, liberalisme menentang pembagian antara wilayah domestik dan internasional.

Karena manusia merupakan makhluk yang rasional maka prinsi-prinsip rasional dapat diterapkan pula pada negara dan hubungan internasional. Ketika manusia memakai akal pikirannya, mereka dapat mencapai kerjasama yang saling menguntungkan dan (menurut Robert J & G. Sorensen 2009: 141-143) dalam jangka panjang kerjasama yang berdasarkan kepentingan timbal balik akan berhasil dan membawa keuntungan dan kemajuan. Kemajuan bagi kaum liberal selalu merupakan kemajuan bagi individu dan kehidupan yang lebih baik bagi paling tidak  mayoritas individu. Yang ingin saya pertanyakan disini adalh kemajuan untuk siapa? Apakah hanya untuk sebagian negara yang menganut palham liberal atau seluruh dunia?

Liberalisme juga berpandangan bahwa negara tidak lagi menjadi satu-satunya actor yang berperan penting dalam hubungan internasional (Jill Steans & Lloyd Pettiford 2009 :96). Ada banyak actor diluar negara yang dapat mempengaruhi hubungan internasional seperti terroris, TNC, MNCs, NGOs serta pressure groups. Adanya banyak actor tersebut merupakan akibat dari adanya modernisasi dan globalisasi

Neo-liberalisme

Neo-liberalisme muncul karena beberapa kritikan terhadap liberalisme itu sendiri serta merupakan perbaikan dan spesialisasi dari liberalisme. Perubahan dalam liberalis menjadi neo-liberalis terletak pada penggunaan teori-teori dan pemakaian metode-metode baru yang ilmiah yang sebelumnya tidak digunakan dalam teori liberalis klasik. Dalam teori neo-liberalis muncul cabang aliran-aliran liberal yakni, liberalisme sosiologis, interdependensi, institusional, dan republikan. Walaupun keempatnya memiliki konsep yang berbeda tentang liberalisme baru ini, namun aliran yang berbeda ini saling mendukung dalam memberikan suatu argumen menyeluruh yang konsisten untuk Hubungan Internasional yang lebih damai dan kooperatif.

Berbeda dengan liberalisme di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, neoliberalisme membangun eksistensinya melalui asumsi bahwa manusia sebagai makhluk ekonomi (homo oeconomicus) dan memandang melalui kacamata pendekatan ekonomi, artinya semua tingkah laku manusia sangat dipengaruhi oleh ekonomi. begitu pula negara, jika keadaan ekonomi sebuah negara dikatakan tercukupi, maka kemungkinan negara tersebut untuk melakukan perang dapat diminimalisasi. Neo-liberalisme juga membangun asumsi bahwa negara perlu mengembangkan strategi strategi dan forum-forum bagi kerjasama meliputi seluruh rangkaian isu dan wilayah-wilayah baru (Jill Steans & Lloyd Pettiford 2009 :130) Menurut Anjrah Lelono Broto, S.Pd (www.kompasiana.com) pengandaian manusia sebagai homo oeconomicus direntang luas untuk diterapkan pada semua dimensi hidup manusia. Pada gilirannya, perspektif oeconomicus itu direntang untuk menjadi prinsip pengorganisasian seluruh masyarakat. Inilah aspek yang mungkin paling tegas membedakan neoliberal dari liberal klasik. dalam visi neoliberal tiap orang atau perusahaan bertanggung jawab atas diri sendiri untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Jadi menurut mereka cara untuk membangun perdamaian dunia adalah dari segi ekonomi. Serta mereka ingin adanya interdependensi negara-satu dengan negara lainnya atau negara dengan aktor seperti perusahaan internasional atau institusi-institusi internasional dalam hubungan internasional. Kaum neoliberalisme sangat percaya bahwa peran pemerintah harus dibatasi, dan membiarkan pasar berjalan apa adanya. Selain itu dalam Jill Steans & Lloyd Pettiford (2009:141) kaum neo-liberal memandang institusi  sebagai pemeran utama dalam menengahi dan memecahkan konflik.

Sources :

Jackson, R.& Sorensen, Georg. 2009. Pengantar Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Steans, Jill & Pettiford, Lloyd.2009. Hubungan Internasional perspektif dan Tema. Yogjakarta: Pustaka Pelajar

Kompasiana (26 Juli 2009) [30 Maret 2010].<http:// umum.kompasiana.com2009/07/26/neolib-esensi-dan-visi>

Posted September 27, 2010 by moze in all about International Relations Theory

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: